Sabtu, 08 Desember 2012

Aku menulis lagi.



Rasanya aku sudah lupa saat-saat terakhir menulis. Kala itu, aku masih belasan tahun. Aku menulis, menggambar, dan mendongeng.  Tulisanku sederhana, tidak jauh dari polemik cinta, kasih di sekolah, dan kritik terhadap pada kebijakan pesantren.
Apa yang aku tulis hanya berkutat apa yang ku ketahui. Seperti kata bung Pramoedya Ananta Toer “tulislah apa-apa yang kamu lihat saja”. Itulah yang selalu aku tanamkan dalam alam bawah sadarku.
Selain itu, aku menggambar. Gambarku tak jelek hanya sedikit jauh dari kata bagus. Walau begitu, tak sedikit dari kawan-kawan yang mengagumi gambarku. Mereka bilang aku berbakat dalam manga, tapi gambarku dibilang vulgar. Karena objek gambarku lebih sering wanita-wanita menawan.
Memang benar adanya, aku suka menggambar wanita. Bagiku wanita adalah keindahan yang sesungguhnya. Mereka merupakan bagian dari seni tertinggi yang Tuhan ciptakan. Bayangkan saja, sebatang rusuk dapat Ia ukir menjadi sesosok makhluk indah yang disebut wanita.
Oh, wanita! Hanya karena kedipanmu saja, makhluk Tuhan lain bisa lupa  penciptanya.