Rabu, 30 Oktober 2013

ENENG

DIA adalah Eneng:

 

 

Panggil saja eneng, gadis kelahiran Bekasi 23 tahun yang lalu. Parasnya yang cantik membuat Nagasuara merekrutnya menjadi bagian dari menejeman artisnya. Satu langkah dua langkah dalam berkarir membuat namanya melambung, ditambah "kontroversi hati" yang dibuat Vikcy menjadikan nama Eneng semakin dikenal masyakarat luas. Belum sembuh "statuisasi" kepedihannya, muncul lagi seorang artis kontroversial (Nikita Mirzani) yang mengolok-olok pendidikan Eneng hanya lulus SD saja. Eneng dalam menanggapinya cukup bijak, dengan jujur ia menjelaskan bahwa "labil ekonomi" keluarganya kala itulah yang membuat dirinya hanya sanggup menamatkan sampai SD saja. Karena Eneng menanggapi dingin soal olok-olok tersebut, Nikitapun geram dan ia semakin gencar "mengkudeta" Eneng dengan kata[kata tidak pantas. Akhirnya dalam acara Hitam Putih di Trans7 Eneng dengan menahan tangis kembali menjelaskan bahwa benar dirinya hanya lulusan SD, namun masih menurut Eneng apa yang salah dari pendidikannya yang rendah. Eneng merasa walaupun pendidikannya rendah ia tidak pernah mengusik "harmonisasi" kehidupan orang lain. Eneng juga menambahkan bahwa akan melanjutkan pendidikan dengan mengikuti ujian paket B dan C.

(Shanty, 22 okt 2013)

Mitos Kecantikan oleh Patriarki

 
 

Mitos Cantik itu Produk Patriarkikah?:
     "Cantik itu bila kulitnya putih bersih, tinggi sedang, rambut lurus hitam menjulai, serta senyum yang manis." Begitulah ucap seorang pria botak yang duduk di pojok meja restoran kepada koleganya. Dari tampangnya ia terlihat sangat bonafit, dasi hitam dengan perut buncit tapi tidak tampan.
     Aku diam sejenak, ku lihat tubuhku yang tidak putih, tidak tinggi, dan senyumku biasa-biasa saja. "ah berarti aku tidak cantik" gugamku dalam hati. Aku masih berfikir keras apa iya ukuran cantik itu hanya bedasarkan kualifikasi bapak tersebut? Kenapa tidak bilang wanita cantik itu bila akhlaknya baik?
     Oh aku lupa sesuatu, bahwa pria itu adalah makhluk yang paling visual. Mereka tahu bahwa wanita selalu ingin cantik di hadapan pria, sehingga para pria semakin gencar menindas wanita dengan mitos-mitos kecantikan.
Kecantikan telah menjadi harga mati bagi wanita, sehingga mereka rela merogoh kocek dalam-dalam. Uang bukan lagi masalah, yang penting tampil cantik dan pria menyukainya.
   "Hemmm" aku berdiri dari tempat ku duduk, semangkok bakso habis tanpa aku merasakan kenikmatannya, hanya karna aku berfikir tentang "Cantik".

(Shanty, 30 Oktober 2013)