Minggu, 10 November 2013

ISTRI, jaga kehormatan diri dan suamimu.



Garwo:
Istri dalam bahasa Jawa adalah garwo "sigaring nyowo" atau dalam bahasa kerennya "soulmate", yang artinya belahan jiwa. Berarti mereka hanya bisa dipisahkan saat raga terpisah dari jiwa. Istri memiliki peranan yang penting dalam kehidupan berumah tangga. Istri yang hakikatnya tak terpisahkan dengan suami, harusnya bisa menjaga martabat dan harkat suami.
Bila Istri tau ketika suami sesaat setelah mengucapkan ijab qabul maka bumi, langit, berserta asry seketika bergoncang. Sebab begitu besar tanggung jawab suami terhadap istrinya.
Sebuah maqolah: ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya.Dosa apa saja yang telahdia lakukan.Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat.Semua yangberhubungan dgn si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung danbukan lagi orang tuanya yang menanggung. Serta akan aku tanggung semua dosacalon anak-anakku”.Aku juga sadar, sekiranya aku gagal dan aku lepas tangandalam menunaikan tanggung jawab, maka aku fasik, suami yang dayus dan aku tahubahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yg akan menarikaku masuk kedalam Neraka Jahanam.. dan Malaikat Malik akan melibas aku hinggapecah hancur badanku.Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteridan si ibu bapak isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala ".
Jika aku GAGAL (si Suami)?
”Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar, dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”.(HR.Muslim)
SUNGGUH berat sekali tanggung jawab seorang suami, maka sudah sepantasnya istri membalasnya dengan kesolehannya dengan menjaga harkat dan martabat suami.
Tapi tidak sedikit istri yang lalai akan kewajibannya tersebut. Tidak jarang masa lalu yang indah bersama mantan kekasih mengusik kehidupan berumah tangganya. Awalnya rasa penasaran mengganggu fikiran, lantas meminta nomor telefon. Dengan alasan "just say hello", kemudian menanyakan kabar. Lantas istri melancarkan pertanyaan-pertanyaan berikutnya pada mantan kekasih. Tapi tidakkah diketahui, pisau saja semakin diasah akan semakin tajam apalagi dengan perasaan manusia.
Bahkan tidak jarang sang istri tidak mempedulikan sang mantan kekasih sudah memiliki pendamping atau belum. Kalaupun sudah, maka sang istri tersebut masih menggoda dengan kata-kata melas. (Sebenarnya istri hanya penasaran dengan perasaan mantan kekasih, kalau ada respon positif maka aksi dilanjutkan). Bahkan suatu kasus nyata, seorang istri bersedia menjadi istri kedua mantan kekasihnya. (Naudzubillahiminzalik)
Istri atau garwo seharusnya menjaga harkat dan martabat diri dan suaminya. Sebab dalam istilah jawa suami adalah "pengeran" nomor dua dari istri. Selain itu, mencari surga bagi istri sangatlah mudah hanya dengan "menjalankan sholat wajib, puasa rhamadlan, dan patuh pada suami. Maka masuklah surga dari pintu manapun"
So, bagi setiap istri jaga harga dirimu!!!!!!
(Shanty, 10 November 2013)

Jumat, 01 November 2013

Ada Udang di Balik Perang

Ada keuntungan bagi pihak ke tiga:
Kemarin, saat bangun tidur aku senyum-senyum sendiri. Bagaimana tidak, aku bermimpi menjadi seorang angkatan bersenjata Korea Selatan yang ditahan oleh pasukan Korea Utara. Aku bersama beberapa wanita dan pria Korea Selatan mengadakan misi perdamaian ke Korea Utara. Dengan berpakaian militer lengkap, tidak lupa rambut kuncir kuda, kami memasuki salah satu gedung Korea Utara. Awalnya perbincangan perdamaian berjalan lancar, namun beberapa saat setelah pembicaraan usai timbul kericuhan. Entah siapa yang mulai terlebih dahulu dan apa penyebabnya. Kami pihak Korea Selatan merasa khawatir sebab berada di wilayah musuh, dan benar saja 3 anggota kami disandra. Aku dan anggota yang tersisa berusaha mencari tempat yang aman untuk bersembunyi namun musuh tetap di depan mata. Bagi mereka kami tetap musuh, misi yang kami lakukan adalah pencitraan dan kami tetaplah sekutu Amerika. Sehingga salah satu dari mereka mengatakan untuk menghubungi Raja Korea Selatan untuk meminta perlindungan PBB dan menghubungi partai dari Korea Utara jika ingin pulang dengan selamat. Sebelum kami menghubungi Raja ternyata aku telah bangun karena hari sudah sangat siang. hahaha.
Terlepas dari mimpiku, aku teringat pada sebuah sinetron Korea Selatan yang berjudul "King 2 Heart". Dalam Film tersebut mediang raja Korea Selatan (Lee Jae Kang) berpesan pada adiknya Lee Jae Ha (Raja Korea Selatan setelah kakaknya wafat) agar melakukan misi perdamaian dengan Korea Utara. Sebagai Raja baru Lee Jae Ha merasa sangat terbebani oleh predikat "Raja", dalam hidupnya ia selalu ingin bersenang-senang. Namun semuanya berubah setelah ia bertemu dengan Kim Hang Ah, seorang pasukan pembunuh Korea Utara dan juga putri seorang anggota partai politik Korea Utara. Mereka bertemu sesuai rencana Raja sebelumnya, mediang Raja menginginkan perdamaian Korea Selatan dan Utara melalui pernikahan pihak Istana dengan salah satu putri partai penting di Korea Utara.
Awalnya Le Jae Ha merasa takut dengan Kim Hang Ah. Perlu diketahui Kim Hang Ah adalah wanita cantik tapi sangat lihai menggunakan senjata. Iapun pandai dalam teknik pertahanan.
Sejalan dengan berjalannya waktu, Lee Jae Ha mulai menerima Kim Hang AH dan perjodohan tersebut. Misi perdamaianpun dilakukan, mulai dari melakukan kunjungan ke Korea Utara, melakukan latihan militer secara ersama dalam ajang WOC, sampai menyatukan dua negara dengan pernikahan,
Misi mulai ini dalam perjalananya tidak semulus yang dibayangkan, adanya Club Mdengannama pemiliknya John Mayer, atau Kim Bong Gu merusak cita-cita indah tersebut. Club M adalah sebuah induk perusahaan global yang punya ribuan anak perusahaan di seluruh dunia. Mereka mengontrol hubungan antarnegara, terutama konflik di dalamnya yang berhubungan dengan senjata. Banyak petinggi negara yang berada di bawah pengaruh mereka.
Sangat logis bila Clum M menentang keras persatuan Korea Selatan dan Utara, sebab mereka akan merugi sekian miliar juta bila kedua negara tersebut bersatu. Memang perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan senjata.
Bila di analisis Film Ini memiliki pesan Moral yang luar biasa.
Shanty, 02 November 2013.

Rabu, 30 Oktober 2013

ENENG

DIA adalah Eneng:

 

 

Panggil saja eneng, gadis kelahiran Bekasi 23 tahun yang lalu. Parasnya yang cantik membuat Nagasuara merekrutnya menjadi bagian dari menejeman artisnya. Satu langkah dua langkah dalam berkarir membuat namanya melambung, ditambah "kontroversi hati" yang dibuat Vikcy menjadikan nama Eneng semakin dikenal masyakarat luas. Belum sembuh "statuisasi" kepedihannya, muncul lagi seorang artis kontroversial (Nikita Mirzani) yang mengolok-olok pendidikan Eneng hanya lulus SD saja. Eneng dalam menanggapinya cukup bijak, dengan jujur ia menjelaskan bahwa "labil ekonomi" keluarganya kala itulah yang membuat dirinya hanya sanggup menamatkan sampai SD saja. Karena Eneng menanggapi dingin soal olok-olok tersebut, Nikitapun geram dan ia semakin gencar "mengkudeta" Eneng dengan kata[kata tidak pantas. Akhirnya dalam acara Hitam Putih di Trans7 Eneng dengan menahan tangis kembali menjelaskan bahwa benar dirinya hanya lulusan SD, namun masih menurut Eneng apa yang salah dari pendidikannya yang rendah. Eneng merasa walaupun pendidikannya rendah ia tidak pernah mengusik "harmonisasi" kehidupan orang lain. Eneng juga menambahkan bahwa akan melanjutkan pendidikan dengan mengikuti ujian paket B dan C.

(Shanty, 22 okt 2013)

Mitos Kecantikan oleh Patriarki

 
 

Mitos Cantik itu Produk Patriarkikah?:
     "Cantik itu bila kulitnya putih bersih, tinggi sedang, rambut lurus hitam menjulai, serta senyum yang manis." Begitulah ucap seorang pria botak yang duduk di pojok meja restoran kepada koleganya. Dari tampangnya ia terlihat sangat bonafit, dasi hitam dengan perut buncit tapi tidak tampan.
     Aku diam sejenak, ku lihat tubuhku yang tidak putih, tidak tinggi, dan senyumku biasa-biasa saja. "ah berarti aku tidak cantik" gugamku dalam hati. Aku masih berfikir keras apa iya ukuran cantik itu hanya bedasarkan kualifikasi bapak tersebut? Kenapa tidak bilang wanita cantik itu bila akhlaknya baik?
     Oh aku lupa sesuatu, bahwa pria itu adalah makhluk yang paling visual. Mereka tahu bahwa wanita selalu ingin cantik di hadapan pria, sehingga para pria semakin gencar menindas wanita dengan mitos-mitos kecantikan.
Kecantikan telah menjadi harga mati bagi wanita, sehingga mereka rela merogoh kocek dalam-dalam. Uang bukan lagi masalah, yang penting tampil cantik dan pria menyukainya.
   "Hemmm" aku berdiri dari tempat ku duduk, semangkok bakso habis tanpa aku merasakan kenikmatannya, hanya karna aku berfikir tentang "Cantik".

(Shanty, 30 Oktober 2013)

Minggu, 17 Maret 2013

Oseng-Oseng Cumi

Bahan-Bahan :
  cumi segar              1/2 kg
  bawang merah        5 siung
  bawang putih          3 siung
  cabai rawit              8 buah
  daun bawang
  jeruk nipis
  garam
  penyedap rasa
  minyak goreng
Cara membuat :
  Cuci cumi-cumi, kemudian potong kecil-kecil dan lumuri dengan air perasan jeruk nipis (tinta cumi  jangan dibuang).
  Iris bawang putih, bawang merah, cabai rawit, dan daun bawang.
  Panaskan minyak goreng dengan api sedang, masukkan irisan bawang merah, bawang putih, dan cabai. Oseng sampai wangi, bila sudah masukkan cumi beserta dengan tintanya.Bubuhkan garam dan penyedap secukupnya.
  Masak hingga matang, kemudian taburi daun bawang.
  Oseng-oseng cumi siap dihidangkan.
(by : Susanti)
 
 

Selasa, 12 Maret 2013

Kakek Bodo

        6 Januari lalu di wisata air terjun Kakek Bodo, Pasuruan. Paling kiri atas Novia Ningsih (merah), Vivit evi P. S (merah hati), Niaswatul Awaliya (kuning), Susanti (merah merona :p ), Diana Abidah Kholis (orange), Faidah Nur Imamah (kuning), dan Nurul Ilmiyah (coklat). Kiri bawah Sutamaji, NN (tidak kenal hehe), Moh Teguh (mr. kaca mata), dan Syamsul Badri Islami.
         Matahari masih bersembunyi di balik selimut awan pekat. Namun, aku sudah  mempersiapkan diri untuk mengikuti acara tour bersama EL-CORN JAKC. Sebuah group alumni dari Yayasan Pondok Pesantren, tempat kami bersekolah dahulu. 
          Pukul 07.00 lebih beberapa menit aku berangkat menuju kampus, tempat di mana teman-teman sudah menungguku. Aku harus memutar jalan yang tak biasa aku lewati karena hari ini adalah hari libur, sehingga pintu belakang kampus ditutup. Beberapa langkah berjalan aku melihat temanku sedang duduk di depan sebuah mini market dekat kosku. Aku menyapanya dan kemudian berjalan beriringan menuju kampus. Sebelumnya aku bertanya padanya " sudah lama menunggu?". Belum sempat ia menjawab seorang bapak tukang becak yang duduk dekat kami menyambar "udah satu jam mbak". Temanku hanya tersenyum dan kamipun berlalu.
       Sesampainya kami di kampus sudah banyak teman menunggu dan bersiap-siap untuk menuju tempat tujuan, yakni wisata air terjun Kakek Bodo.



Masih koma

       Entahlah malam ini aku harus menulis apa. Pikirku sedang rancau dan tak berujung. Ingin rasanya duduk santai di bawah pohon nyiur dengan angin laut yang tak biasa. Beralas pasir, memandang bulan malam yang mekar bagai wajah anak perawan desa.Sayangnya, itu semua sekedar angan-angan.
      Aku membalikkan tubuhku ke kanan dan ke kiri melihat sekelilingku. masih sama seperti sebelumnya, kamar kos yang berukuran tidak lebih dari 3x4 meter, disertai dua tempat tidur, dua lemari, dan tentunya satu meja untuk menaruh makanan.
         "sampai kapan aku kan tetap terkungkung di tempat ini?". 
        "satu tahun enam bulan lagi kah? atau secepatnya? tapi kapan itu?" aku diam sejenak, menarik nafas, dan membuangnya. 

Kamis, 03 Januari 2013


DILEMA KELEMBAGAAN AGAMA
Di pengurusan masjid desa Maindu Lamongan
Makalah
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Sosiologi Agama ”
                                                                                              
Oleh:
Susanti  (E01210009)

Dosen Pembimbing:
Drs. H. Kasno, M.Ag
FAKULTAS USHULUDDIN
JURUSAN AQIDAH FILSAFAT
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT. Karena rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Dilema Kelembagaan di pengurusan masjid Desa Maindu Lamongan” yang kebetulan desa pemakalah.
             Makalah ini dibuat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Sosiologi Agama, selain itu tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memperdalam wawasan terhadap cangkupan sosial keagamaan. Salah satu pembahasan yang sangat penting dalam ilmu kemasyarakatan.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Demikianlah makalah ini dibuat semoga bermanfaat kepada semua pihak dan  khususnya untuk penulis.



Surabaya, 10 Juni 2012

       penyusun







BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada dasarnya agama tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, kerena bagaimanapun juga manusia membutuhkan kontrol diri dan pengawasan agama. Hadirnya agama sangat berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak dapat dipecahkan secara empiris dengan adanya keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian dari manusia.