Minggu, 17 Maret 2013

Oseng-Oseng Cumi

Bahan-Bahan :
  cumi segar              1/2 kg
  bawang merah        5 siung
  bawang putih          3 siung
  cabai rawit              8 buah
  daun bawang
  jeruk nipis
  garam
  penyedap rasa
  minyak goreng
Cara membuat :
  Cuci cumi-cumi, kemudian potong kecil-kecil dan lumuri dengan air perasan jeruk nipis (tinta cumi  jangan dibuang).
  Iris bawang putih, bawang merah, cabai rawit, dan daun bawang.
  Panaskan minyak goreng dengan api sedang, masukkan irisan bawang merah, bawang putih, dan cabai. Oseng sampai wangi, bila sudah masukkan cumi beserta dengan tintanya.Bubuhkan garam dan penyedap secukupnya.
  Masak hingga matang, kemudian taburi daun bawang.
  Oseng-oseng cumi siap dihidangkan.
(by : Susanti)
 
 

Selasa, 12 Maret 2013

Kakek Bodo

        6 Januari lalu di wisata air terjun Kakek Bodo, Pasuruan. Paling kiri atas Novia Ningsih (merah), Vivit evi P. S (merah hati), Niaswatul Awaliya (kuning), Susanti (merah merona :p ), Diana Abidah Kholis (orange), Faidah Nur Imamah (kuning), dan Nurul Ilmiyah (coklat). Kiri bawah Sutamaji, NN (tidak kenal hehe), Moh Teguh (mr. kaca mata), dan Syamsul Badri Islami.
         Matahari masih bersembunyi di balik selimut awan pekat. Namun, aku sudah  mempersiapkan diri untuk mengikuti acara tour bersama EL-CORN JAKC. Sebuah group alumni dari Yayasan Pondok Pesantren, tempat kami bersekolah dahulu. 
          Pukul 07.00 lebih beberapa menit aku berangkat menuju kampus, tempat di mana teman-teman sudah menungguku. Aku harus memutar jalan yang tak biasa aku lewati karena hari ini adalah hari libur, sehingga pintu belakang kampus ditutup. Beberapa langkah berjalan aku melihat temanku sedang duduk di depan sebuah mini market dekat kosku. Aku menyapanya dan kemudian berjalan beriringan menuju kampus. Sebelumnya aku bertanya padanya " sudah lama menunggu?". Belum sempat ia menjawab seorang bapak tukang becak yang duduk dekat kami menyambar "udah satu jam mbak". Temanku hanya tersenyum dan kamipun berlalu.
       Sesampainya kami di kampus sudah banyak teman menunggu dan bersiap-siap untuk menuju tempat tujuan, yakni wisata air terjun Kakek Bodo.



Masih koma

       Entahlah malam ini aku harus menulis apa. Pikirku sedang rancau dan tak berujung. Ingin rasanya duduk santai di bawah pohon nyiur dengan angin laut yang tak biasa. Beralas pasir, memandang bulan malam yang mekar bagai wajah anak perawan desa.Sayangnya, itu semua sekedar angan-angan.
      Aku membalikkan tubuhku ke kanan dan ke kiri melihat sekelilingku. masih sama seperti sebelumnya, kamar kos yang berukuran tidak lebih dari 3x4 meter, disertai dua tempat tidur, dua lemari, dan tentunya satu meja untuk menaruh makanan.
         "sampai kapan aku kan tetap terkungkung di tempat ini?". 
        "satu tahun enam bulan lagi kah? atau secepatnya? tapi kapan itu?" aku diam sejenak, menarik nafas, dan membuangnya.